WELLCOME

WELLCOME TO MY BLOG

Sabtu, 04 Agustus 2012

MAKNA MOTIF BATIK JOGJA

Hi...kali ini Nadnad mw ngasih info ttg Makna Motif Batik Jogja....

1. Sido Mukti, memiliki unsur motif Gurda dan digunakan sebagai kain dalam upacara perkawinan.


 2. Motif Kawung, memiliki unsur motif geometris dan digunakan sebagai kain panjang. Biasa dipakai raja dan keluarganya sebagai lambang keperkasaan dan keadilan.

3. Motif Cuwiri, memiliki unsur dan motif Meru dan Gurda, digunakan sebagai "Semek'an" dan emben dan dipakai saat upacara mitoni.

4 Motif pamiluto, memiliki unsur motif parang, ceplok, truntum, dan ada banyak lagi, digunakan sebagai kain panjang saat upacara pertunangan.

5. Motif Parang Kusumo, memiliki motif parang dan mlinjon, digunakan sebagai kain saat tukar cincin

6. Motif Ceplok Kasatrian, memiliki unsur motif parang, gurda, dan meru, digunakan sebagai kain kain saat kirab pengantin

7. Motif Truntum, digunakan ketika acara pernikahan. Truntum artinya menuntun, harapannya, agar orang tua bisa menuntun calon pengantin

8. Motif Ciptoning, memiliki unsur parang dan wayang, digunakan sebagai kain panjang dan memiliki arti diharapkan pemakainya menjadi orang bijak, mampu memberi petunjuk jalan yang benar.

9. Motif Tambal, memiliki unsur motif ceplok, parang, dan meru, digunakan sebagai kain panjang.

10. Motif Parang Rusak, memiliki unsur motif ceplok, digunakan sebagai kain panjang dan mempunyai makna bahwa Parang menggambarkan senjata, kekuasaan. Ksatria yang menggunakan batik ini bisa berlipat kekuatannya

11.Motif Udan Liris, memiliki unsur motif kombinasi geometris dan suluran, digunakan sebagai kain panjang, dan memiliki arti udan gerimis (hujan gerimis), lambang kesuburan.


12. Motif Niti Karawitan, memiliki unsur ceplok dan digunakan sebagai kain panjang.



Ini menunjukkan bahwa batik tidak hanya karya seni yang hanya mengandalkan keindahan warna dan komposisi, tetapi juga makna dan simbol yang membuat batik semakin kaya. Go Batik Indonesia.

sumber : Batik Warisan Budaya Asli Indonesia, Aep S. Hamidin, 2010